Selasa, 09 April 2013

Yahudi : Islam = 1:107. Tapi mengapa Yahudi lebih berprestasi ?

Blog ini sebagai bahan perenungan dan motifasi agar umat Islam -utamanya para generasi muda- bisa bangkit mengahadapi goncangan moralitas agama yang di sebabkan oleh globalisasi yang sangat kuat. Globalisasi, dari waktu ke waktu telah membuka jendela peradaban-peradaban umat manusia dengan teknologi informasinya yang sangat canggih dan berkembang sangat pesat. Pada saat yang sama menawarkan berbagai nilai yang tidak dapat diabaikan kecuali dengan membuka diri dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Mendulang kembali rasa keilmuan sebagai seorang Ulil Al-Bab, mengambil pelajaran dan hikmah dari pristiwa-peristiwa sejarah, dan mengambil butir-butir ayat Al-Qur'an untuk kita jadikan motivasi unggul dalam menghadapi goncangan moralitas agama dan juga untuk menempatkan diri kita sebagai khaira ummah (umat yang terbaik) dan umatan washatan (umat yang mampu menjadi teladan semua bangsa).
Akan tetapi, betapa nurani terasa menjerit, saat melihat perbandingan yang telah disusun oleh Hafiz A.B. Muhammad, yatu perbandingan antara Islam dengan Yahudi di jaman sekarang, sebagai berikut :
  • Di seluruh negara Muslim, hanya terdapat 500 Universitas. Di Amerika 5.758 Universitas. Di India 8.407 Universitas.
  • Tidak ada satupun Universitas di negara Islam yang masuk dalam urutan top dunia (the top 500 Ranking Universities of the World)
  • Melek huruf di dunia Barat 90%. Melek huruf di negara Islam 40%
  • Di 15 negara dengan Mayoritas penduduk Non-Muslim (termasuk Jepang), tingkat melek huruf 100%, Sementara itu tidak ada satu pun negara Muslim yang masuk kategori 100% melek huruf.
  • 40% di negara mayoritas beragama Kristen menikmati sekolah di perguruan tinggi. Sedangkan di negara yang perpenduduk mayoritas Muslim hanya 2%.
  • Di negara dengan Mayoritas Muslim, di antara 1 juta penduduk hanya ada 230 saintis. Di Amerika terdapat 5.000 saintis per 1 juta penduduk. Di negara berpenduduk Kristen ada 1.000 teknisi per 1 juta penduduk. Di Dunia Arab hanya ada 50 teknisi per 1 juta penduduk.
  • Negara-negara Islam hanya menyediakan anggaran 0,2% untuk penelitian, negara Barat 5%, dan Jepang 7,5%.
Dapat saya tambahkan bahwa dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi, negara-negara Islam jauh ketinggalan dari Non-Muslim. Saat ini, selain negara Amerika dan Eropa, China termasuk negara di Asia yang muali menunjukkan wibawanya. China memiliki 1.100 pusat penelitian, disusul India yang mempunyai 800 Litbang. Setiap tahun negara China mampu melahirkan ratusan sarjana dengan gelar PHD, disusul oleh India yang menhasilkan rata-rata 100 PHD (Reuters, 24 Juli 2004). Bukan Tidak mungkin jika suatu saat nanti China akan menggeser Amerika.

Miris sekali melihat perbandingan yang sangat drastis antara Umat Islam dengan Yahudi. Padahal populasi Muslim di dunia sangat mendominasi sekali di bandingkan dengan Yahudi. Umat Yahudi : Muslim = 1:107 . Mengapa ? Mengapa kita bisa kalah dengan Yahudi ? Kenapa mereka sekarang lebih berprestasi di banding dengan kita ? Apa yang terjadi dengan Umat Islam sekarang ? MARI KITA RENUNGKAN ITU !

2 komentar:

  1. Mungkin para muslim sekarang harus mengingat kembali (untuk mempelajarinya) zaman Rasulullah, dimana beliau yang seorang ummiy, tak bisa baca tulis dapat menjadikan bangsa Arab Jahiliyah menjadi sangat sukses. Atau di zaman dinasti Abbasyiyah dan Ayyubiyah, di mana pada saat itu pendidikan adalah nomor satu bagi mereka. Hingga hasilnya? Para ilmuan sangat didominasi dari para muslim pada saat itu. Para muslim sekarang cenderung acuh tak acuh terhadap kemajuan teknologi, atau ilmiah. Perlu kesadaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang menjadi pertanyaan , bagaimana menyadarkan para muslim jaman sekarang yang cenderung acuh tak acuh ? sepertinya itu sulit.

      Hapus