Pikirkan sejenak. Apa yang terjadi seandainya semua orang di dunia ini menjadi seorang penulis?
***
Iya, penulis adalah seseorang yang melakukan pekerjaan menulis. Berarti
semua siswa juga bisa dikatakan menulis? kan mereka setiap hari menulis
-catatan pelajaran- ? Saya sempat berfikir seperti itu, yaah .. itulah hebatnya bahasa, satu kata beribu makna.
Hmm,
di sini kita tidak sedang membicarakan tentang penulis yang hanya
sekedar menulis - catatan pelajaran, dsb- tapi, yang akan kita bahas
adalah penulis yang menghasilkan sebuah karya tulis - entah artikel,
cerpen, dsb- yang nantinya dipublikasikan kepada pembaca. Seorang
penulis tidak hanya harus memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni, tetapi
keluasan pengetahuan juga pasti sangat dibutuhkan dalam hal ini.
"penulis pasti cerdas, dan yang cerdas pasti bisa menghasilkan banyak
karya tulis".
Dalam
suatu Workshop Kepenulisan di sebuah universitas yang saya hadiri kapan
hari, seorang pemateri, yaitu Bapak Husnun Djuraid (pimpinan Malang
Post) dalam sesi praktik menulis, beliau meminta para peserta untuk
menuliskan judul yang sebaik mungkin yang sedang ada difikiran kita
-para peserta-. Iya, hanya judul saja. Dan untuk judul terbaik akan
mendapatkan hadiah berupa buku karangan beliau sendiri. Setelah
dialokasikan waktu selama lima menit, para peserta - yang mayoritas
mahasiswa bidikmisi, dan kebetulan hanya saya dan teman saya yang
memakai seragam SMA- mulai sibuk dengan pena masing, begitu juga dengan
teman-teman saya. Sepertinya di ruangan itu hanya saya yang masih nyantai-nyantai, belum
menemukan judul sama sekali -yang menurut saya terbaik di fikiran
saya-. Setelah waktu berjalan empat menit, saya saya baru mendapatkan
inspirasi saat melihat lebih dari 100 peserta yang hadir semuanya
tertunduk sambil menyibukkan pena masing-masing, dan mereka terus
berpikir berpikir dan berpikir. Dan singkat cerita, akhirnya judul yang
berhasil mengalahkan para mahasiswa bidikmisi dan teman-teman saya
adalah "Seandainya Semua Orang Menjadi Penulis", dan itu adalah judul
milik saya.
Iya,
apakah anda pernah membayangkan, apa jadinya jika semua orang di dunia
ini - tanpa terkecuali- menjadi seorang penulis? Mungkin yang akan
diuntungkan pertama kali adalah pabrik kertas dan pabrik tinta, karena
menurut saya menulis menggunakan kertas dan pena, lebih efisien
dibandingkan menulis dengan gadget. Tapi pasti pabrik gadget juga
diuntungkan sekali.
Dan dampak yang paling dominan adalah terhadap pendidikan di dunia.
Mengapa begitu? Iya, karena seperti yang saya katakan di awal, seorang
penulis pasti cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Mungkin kata-kata
"buta huruf" akan punah dan tak ditemukan lagi manusia yang berspesies
"buta huruf". hehe. Mungkin toko-toko buku dan perpustakaan akan menjadi
tempat rekreasi mingguan bagi seluruh penduduk dunia, dan pastinya akan
lebih ramai dibandingkan mall-mall besar di kota-kota metropolitan
sekalipun. Acara-acara televisi yang kurang mendidik akan tergeser
dengan acara-acara berita -yang mungkin menurut mereka itu sudah menjadi
acara hiburan keluarga- atau talkshow yang bertujuan menambah
wawasan dan berpengaruh pada kualitas tulisan mereka. Dan, berbagai
fasilitas sosial media -seperti facebook dan twitter- pasti akan kembali
kepada fungsinya -untuk mempublikasikan tulisan para penulis-
"penulis yang baik adalah penulis yang bisa menyebarkan 'virus'
menulisnya pada orang lain". Dan jika para penulis hebat di dunia ini
sudah menjadi 'penulis yang baik' , pasti semua orang di dunia akan
menjadi penulis, tapi kok? aah, pasti sebenarnya semua orang di dunia ini sudah menjadi seorang penulis kan? eh tapi kok yang buta huruf masih ... ? aah, sudah sudah!
Oh iya, seandainya semua pemerintah di dunia ini menghukum para
koruptor dan sejenisnya dengan cara mewajibkan mereka untuk mengajarkan
menulis ke beberapa orang -baik agar menjadi seorang penulis maupun agar
bisa menulis, tidak buta huruf lagi-, dan itu juga berarti mewajibkan
mereka -para koruptor dan sejenisnya- untuk mencerdaskan diri mereka
sendiri dan orang lain. Seperti pada suatu hari, Rasulullah menghukum
-lebih tepatnya mendidik- beberapa sahabat yang melakukan kesalahan
dengan memerintahkan mengajar sepuluh orang hingga mereka menjadi
cerdas.
Terakhir,
"Jika kau bukan anak seorang raja dan bukan pula anak seorang ulama'
besar, jadilah seorang penulis! maka kau akan ada." - Al-Ghazali-
Jadilah penulis yang baik, yang bisa menyebarkan 'virus'mu kepada
orang lain. Dan jadilah seorang penulis, jika kau sudah tiada, maka
tulisanmu akan tetap ada, mewakilimu
Baiklah, kita sudah berpikir sejenak, jika berlama-lama berpikir, kita malah tak fokus. Baiklah, cukup sejenak.