Senin, 26 Mei 2014

Seandainya Semua Orang Jadi Penulis?

Pikirkan sejenak. Apa yang terjadi seandainya semua orang di dunia ini menjadi seorang penulis?
***
     Iya, penulis adalah seseorang yang melakukan pekerjaan menulis. Berarti semua siswa juga bisa dikatakan menulis? kan mereka setiap hari menulis -catatan pelajaran- ? Saya sempat berfikir seperti itu, yaah .. itulah hebatnya bahasa, satu kata beribu makna.
     Hmm, di sini kita tidak sedang membicarakan tentang penulis yang hanya sekedar menulis - catatan pelajaran, dsb- tapi, yang akan kita bahas adalah penulis yang menghasilkan sebuah karya tulis - entah artikel, cerpen, dsb- yang nantinya dipublikasikan kepada pembaca. Seorang penulis tidak hanya harus memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni, tetapi keluasan pengetahuan juga pasti sangat dibutuhkan dalam hal ini. "penulis pasti cerdas, dan yang cerdas pasti bisa menghasilkan banyak karya tulis".
     Dalam suatu Workshop Kepenulisan di sebuah universitas yang saya hadiri kapan hari, seorang pemateri, yaitu Bapak Husnun Djuraid (pimpinan Malang Post) dalam sesi praktik menulis, beliau meminta para peserta untuk menuliskan judul yang sebaik mungkin yang sedang ada difikiran kita -para peserta-. Iya, hanya judul saja. Dan untuk judul terbaik akan mendapatkan hadiah berupa buku karangan beliau sendiri. Setelah dialokasikan waktu selama lima menit, para peserta - yang mayoritas mahasiswa bidikmisi, dan kebetulan hanya saya dan teman saya yang memakai seragam SMA- mulai sibuk dengan pena masing, begitu juga dengan teman-teman saya. Sepertinya di ruangan itu hanya saya yang masih nyantai-nyantai, belum menemukan judul sama sekali -yang menurut saya terbaik di fikiran saya-. Setelah waktu berjalan empat menit, saya saya baru mendapatkan inspirasi saat melihat lebih dari 100 peserta yang hadir semuanya tertunduk sambil menyibukkan pena masing-masing, dan mereka terus berpikir berpikir dan berpikir. Dan singkat cerita, akhirnya judul yang berhasil mengalahkan para mahasiswa bidikmisi dan teman-teman saya adalah "Seandainya Semua Orang Menjadi Penulis", dan itu adalah judul milik saya.
     Iya, apakah anda pernah membayangkan, apa jadinya jika semua orang di dunia ini - tanpa terkecuali- menjadi seorang penulis? Mungkin yang akan diuntungkan pertama kali adalah pabrik kertas dan pabrik tinta, karena menurut saya menulis menggunakan kertas dan pena, lebih efisien dibandingkan menulis dengan gadget. Tapi pasti pabrik gadget juga diuntungkan sekali.
    Dan dampak yang paling dominan adalah terhadap pendidikan di dunia. Mengapa begitu? Iya, karena seperti yang saya katakan di awal, seorang penulis pasti cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Mungkin kata-kata "buta huruf" akan punah dan tak ditemukan lagi manusia yang berspesies "buta huruf". hehe. Mungkin toko-toko buku dan perpustakaan akan menjadi tempat rekreasi mingguan bagi seluruh penduduk dunia, dan pastinya akan lebih ramai dibandingkan mall-mall besar di kota-kota metropolitan sekalipun. Acara-acara televisi yang kurang mendidik akan tergeser dengan acara-acara berita -yang mungkin menurut mereka itu sudah menjadi acara hiburan keluarga- atau talkshow yang bertujuan menambah wawasan dan berpengaruh pada kualitas tulisan mereka. Dan, berbagai fasilitas sosial media -seperti facebook dan twitter- pasti akan kembali kepada fungsinya -untuk mempublikasikan tulisan para penulis-
     "penulis yang baik adalah penulis yang bisa menyebarkan 'virus' menulisnya pada orang lain". Dan jika para penulis hebat di dunia ini sudah menjadi 'penulis yang baik' , pasti semua orang di dunia akan menjadi penulis, tapi kok? aah, pasti sebenarnya semua orang di dunia ini sudah menjadi seorang penulis kan? eh tapi kok yang buta huruf masih ... ? aah, sudah sudah!
     Oh iya, seandainya semua pemerintah di dunia ini menghukum para koruptor dan sejenisnya dengan cara mewajibkan mereka untuk mengajarkan menulis ke beberapa orang -baik agar menjadi seorang penulis maupun agar bisa menulis, tidak buta huruf lagi-, dan itu juga berarti mewajibkan mereka -para koruptor dan sejenisnya- untuk mencerdaskan diri mereka sendiri dan orang lain. Seperti pada suatu hari, Rasulullah menghukum -lebih tepatnya mendidik- beberapa sahabat yang melakukan kesalahan dengan memerintahkan mengajar sepuluh orang hingga mereka menjadi cerdas.
     Terakhir, "Jika kau bukan anak seorang raja dan bukan pula anak seorang ulama' besar, jadilah seorang penulis! maka kau akan ada." - Al-Ghazali-
     Jadilah penulis yang baik, yang bisa menyebarkan 'virus'mu kepada orang lain. Dan jadilah seorang penulis, jika kau sudah tiada, maka tulisanmu akan tetap ada, mewakilimu
     Baiklah, kita sudah berpikir sejenak, jika berlama-lama berpikir, kita malah tak fokus. Baiklah, cukup sejenak.

Tips Menulis !

 "Jika kau bukan anak seorang raja dan bukan anak seorang ulama' besar, Jadilah seorang penulis! maka kau akan ada!" - Al-Ghazali
Menulis merupakan salah satu hobi yang lagi nge-trend dikalangan remaja saat ini. Ada yang menulis novel, artikel, esay, cerita fiksi, dan banyak lagi. Sebenarnya tidak ada teori khusus untuk menulis, karena banyak yang terlalu lama belajar teori menulis sampai akhirnya tidak jadi menulis. Lebih baik menulis saja, teori bisa dipelajari sambil jalan. Nah, disini kita bakalan ngasih tips buat kalian-kalian yang demen banget nulis. Cek it out !
1. Menulislah dengan ringkas dan tidak berbelit-belit. Bisa kalian dapatkan dengan rutinitas menulis. Setiap kata yang kalian tulis memiliki makna atau tidak ada kata yang sekedar menambah panjang tulisan.
2. Saat menulis jangan melakukannya sambil mengedit, agar yang kalian tulis dapat tertuang secara continue.
3. Lakukan pembagian paragraf, dalam mengungkapkan suatu ide pikiran yang akan kalian tuangkan. Dampaknya akan membuat pembaca nyaman dengan tulisan kalian.
4. Menulislah dengan spesifik berdasarkan judul yang telah kalian buat. Layaknya diskusi yang mengambang jauh dari topik membuat orang risih, begitupula tulisan yang mengambang jauh dari tulisan akan membuat pembaca tertipu dan kurang nyaman.
5. Menulislah dengan bahasa yang komunikatif dengan pembaca. Usahakan tulisan tidak sekedar text book, yang hanya berisi bacaan satu arah. Buatlah tulisan seakan-akan kalian berhadapan dengan pembaca.
6. Menulislah dengan informasi utama yang jelas. Hal itu membuat tulisan kalian lebih dapat dipercaya. Lengkapi dengan keterangan waktu, tempat, dan keterangan lainnya yag dianggap perlu.
7. Tunjukkan integritas kalian dengan menulis yang jujur. Menulis yang jujur akan membuat tulisan kalian jelas dan membuat pembaca tidak bingung dengan isi tulisan kalian.
Jadi, jika kalian ingin jadi penulis, siap sedialah kertas dan bolpoint kemanapun kalian pergi. Karena ide itu nggak bisa ditunda semenitpun. Kalaupun bisa pasti isinya akan berbeda sedikit, yaa .. soalnya ada bagian-bagian dari ide kita yang hilang atau lupa. Mungkin itu saja sedikit tips menulis dari saya :) Same.red

Selasa, 09 April 2013

Yahudi : Islam = 1:107. Tapi mengapa Yahudi lebih berprestasi ?

Blog ini sebagai bahan perenungan dan motifasi agar umat Islam -utamanya para generasi muda- bisa bangkit mengahadapi goncangan moralitas agama yang di sebabkan oleh globalisasi yang sangat kuat. Globalisasi, dari waktu ke waktu telah membuka jendela peradaban-peradaban umat manusia dengan teknologi informasinya yang sangat canggih dan berkembang sangat pesat. Pada saat yang sama menawarkan berbagai nilai yang tidak dapat diabaikan kecuali dengan membuka diri dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Mendulang kembali rasa keilmuan sebagai seorang Ulil Al-Bab, mengambil pelajaran dan hikmah dari pristiwa-peristiwa sejarah, dan mengambil butir-butir ayat Al-Qur'an untuk kita jadikan motivasi unggul dalam menghadapi goncangan moralitas agama dan juga untuk menempatkan diri kita sebagai khaira ummah (umat yang terbaik) dan umatan washatan (umat yang mampu menjadi teladan semua bangsa).
Akan tetapi, betapa nurani terasa menjerit, saat melihat perbandingan yang telah disusun oleh Hafiz A.B. Muhammad, yatu perbandingan antara Islam dengan Yahudi di jaman sekarang, sebagai berikut :
  • Di seluruh negara Muslim, hanya terdapat 500 Universitas. Di Amerika 5.758 Universitas. Di India 8.407 Universitas.
  • Tidak ada satupun Universitas di negara Islam yang masuk dalam urutan top dunia (the top 500 Ranking Universities of the World)
  • Melek huruf di dunia Barat 90%. Melek huruf di negara Islam 40%
  • Di 15 negara dengan Mayoritas penduduk Non-Muslim (termasuk Jepang), tingkat melek huruf 100%, Sementara itu tidak ada satu pun negara Muslim yang masuk kategori 100% melek huruf.
  • 40% di negara mayoritas beragama Kristen menikmati sekolah di perguruan tinggi. Sedangkan di negara yang perpenduduk mayoritas Muslim hanya 2%.
  • Di negara dengan Mayoritas Muslim, di antara 1 juta penduduk hanya ada 230 saintis. Di Amerika terdapat 5.000 saintis per 1 juta penduduk. Di negara berpenduduk Kristen ada 1.000 teknisi per 1 juta penduduk. Di Dunia Arab hanya ada 50 teknisi per 1 juta penduduk.
  • Negara-negara Islam hanya menyediakan anggaran 0,2% untuk penelitian, negara Barat 5%, dan Jepang 7,5%.
Dapat saya tambahkan bahwa dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi, negara-negara Islam jauh ketinggalan dari Non-Muslim. Saat ini, selain negara Amerika dan Eropa, China termasuk negara di Asia yang muali menunjukkan wibawanya. China memiliki 1.100 pusat penelitian, disusul India yang mempunyai 800 Litbang. Setiap tahun negara China mampu melahirkan ratusan sarjana dengan gelar PHD, disusul oleh India yang menhasilkan rata-rata 100 PHD (Reuters, 24 Juli 2004). Bukan Tidak mungkin jika suatu saat nanti China akan menggeser Amerika.

Miris sekali melihat perbandingan yang sangat drastis antara Umat Islam dengan Yahudi. Padahal populasi Muslim di dunia sangat mendominasi sekali di bandingkan dengan Yahudi. Umat Yahudi : Muslim = 1:107 . Mengapa ? Mengapa kita bisa kalah dengan Yahudi ? Kenapa mereka sekarang lebih berprestasi di banding dengan kita ? Apa yang terjadi dengan Umat Islam sekarang ? MARI KITA RENUNGKAN ITU !